Aktivis HAM Pakistan Karima Baloch Ditemukan Tewas di Kanada

Aktivis HAM Pakistan Karima Baloch Ditemukan Tewas di Kanada

Aktivis HAM Pakistan Karima Baloch Ditemukan Tewas di Kanada

Aktivis HAM Pakistan Karima Baloch Ditemukan Tewas di Kanada – Hilang selama berhari-hari, seorang aktivis hak asasi manusia Pakistan ditemukan tewas di Toronto, Kanada. Aktivis HAM Karima Baloch yang berusia 37 tahun diketahui tengah mengasingkan diri di Kanada. Sudah lima tahun.

Karima Mehrab atau yang lebih dikenal sebagai Karima Baloch adalah aktivis hak asasi manusia asal Balochistan, wilayah barat Pakistan, ia ditemukan tewas di Toronto, Kanada. Ia berkampanye untuk hak asasi manusia di wilayah Balochistan, Pakistan yang bermasalah.

Karima telah melakukan deposit poker pulsa 10000 pengasingan di Toronto, Kanada sejak 2015 akibat dituduh melakukan tindakan terorisme dan mendapatkan berbagai ancaman terkait dengan perjuangannya sebagai aktivis.

1.  Kematian Karima Baloch dianggap polisi sebagai kematian non-kriminal

Melansir dari The Guardian, Karima Baloch ditemukan tewas di Toronto pada hari Senin, 21 Oktober, ia ditemukan dekat genangan air. Sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa menurut keterangan suaminya, Hammal Haider, ia meninggalkan rumah pada Minggu tengah hari untuk berjalan-jalan di Pusat Pulau Toronto yang telah menjadi kebiasaanya.

“Saya tidak percaya itu adalah tindakan bunuh diri. Dia adalah wanita yang kuat dan dia meninggalkan rumah dalam suasana hati yang baik. Kami tidak bisa mengesampingkan kecurangan karena dia telah mengalami ancaman. Dia meninggalkan Pakistan karena rumahnya digerebek lebih dari dua kali. Pamannya tewas. Dia diancam untuk meninggalkan aktivisme dan aktivitas politik, namun dia tidak melakukannya dan mengasingkan diri ke Kanada,” kata Hammal Haider.

Polisi Toronto pada hari Selasa mengatakan bahwa kematian Karima, “saat ini sedang diselidiki sebagai kematian non-kriminal dan diyakini tidak ada keadaan yang mencurigakan.”

Meski polisi mengatakan penyelidikan kematian tidak terkait tindakan kriminal, namun polisi perlu mempertibangkan hal itu lagi, karena suami Karima sebulan lalu menerima banyak pesan ancaman melalui media sosial setelah membahas masalah pelanggaran kemanusiaan dalam operasi militer di Balochistan.

“Saya diberitahu bahwa saudara laki-laki dan istri saya dapat menjadi target. Saya tidak menganggapnya serius. Kita sering mendapat troll dan ancaman seperti itu saat berbicara tentang pelanggaran hak asasi manusia.”

2. Baloch adalah ketua perempuan pertama Organisasi Mahasiswa Baloch (BSO)

Aktivis HAM Pakistan Karima Baloch Ditemukan Tewas di KanadaKarima Baloch dan aktivis Baloch lainnya melakukan unjui rasa di Kanada, 3 Oktober terkat penculikan sekretaris informasi BSO, Shabir yang hilang sejak 2014.

Karima Baloch merupakan aktivis dari provinsi Balochistan, Pakistan Barat, pada tahun 2016 masuk dalam daftar 100 wanita inspiratif versi BBC, ia masuk karena tindakannya sebagai aktivis yang vokal menentang aksi militer pemerintah.

Karima merupakan aktivis yang populer di Balochistan dia melakukan unjuk rasa pertamanya sebagai seorang aktivis terjadi pada tahun 2005, di daerah Turbat Balochistan, yang melakukan protes atas orang hilang dan ada salah satu kerabatnya yang hilang.

Para aktivis di Balochistan telah menuduh militer sebagai dalang ribuan aktivis yang hilang dalam beberapa tahun terakhir, yang dibantah militer bahwa mereka secara brutal telah menekan aspirasi para warga.

Beberapa anggota keluarga Karima telah dikaitkan dengan gerakan perlawanan Baloch selama bertahun-tahun, dan dua pamannya telah hilang, namun kemudian ditemukan dalam kondisi tewas.

Karima bergabung dengan Organisasi Mahasiswa Baloch (BSO) pada 2006. BSO pada tahun 2013 resmi dilarang oleh pemerintah 2013, tetapi keberadaannya terus berlanjut dan Karima menjadi ketuanya pada 2015, ia merupakan ketua perempuan pertama BSO.

Namun beberapa bulan kemudian, Karima meninggalkan Pakistan melakukan pengasingan di Toronto, karena tuduhan terorisme diajukan terhadapnya. Di Toronto, ia menikah dengan sesama aktivis, Hammal , dan terus aktif baik di media sosial maupun dalam kegiatan hak asasi manusia di Kanada dan Eropa.

Adik perempuan Karima, yaitu Mahganj mengatakan kepada BBC pada hari Selasa bahwa kematian kakaknya, “tidak hanya tragedi bagi keluarga, tetapi juga untuk gerakan nasional Baloch. Dia tidak pergi ke luar negeri karena dia ingin, tetapi karena … kegiatan aktivis terbuka di Pakistan menjadi tidak mungkin.”

3. Karima Baloch aktivis kedua dari Balochistan yang tewas di pegasingan

Lateef Johar teman Karima dan juga sesama aktivis, yang mengasingkan diri di Toronto. Mengatakan bahwa Karima baru-baru ini menerima ancaman anonim yang memperingatkan bahwa akan mengiriminya “hadiah Natal” .Dan “memberinya pelajaran”. Ia juga tidak percaya bahwa kematian temannya merupakan kecelakaan atau bunuh diri. Ia menjelaskan bahwa keluarga dan teman Karima sebelumnya hilang dan kemudian dibunuh.

Karima merupakan aktivis dari Balochistan kedua yang meninggal di pengasingan tahun ini. Sebelumnya seorang jurnalis Pakistan ditemukan meninggal di Swedia pada bulan April.

Kematian Karima Baloch mirip dengan kematian Sajid Hussain Baloch, seorang jurnalis Pakistan. Yang hilang dalam perjalanan dari Stockholm ke Uppsala pada bulan Maret. Tubuhnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada 23 April di Sungai Fyris, di luar Uppsala.

Sajid Hussain merupakan jurnalis yang meninggalkan Pakistan di tahun 2012 dan pernah tinggal di Swedia pada tahun 2017. Ia meninggalkan Pakistan setelah menerima ancaman terkait laporannya tentang konflik separatis di provinsi Balochistan.

Amnesty International telah mendesak bahwa perlunya penyelidikan atas kematian Karima Baloch. “Para pelakunya harus dibawa ke pengadilan tanpa hukuman mati.”

Sementara itu Komisi Tinggi Pakistan di Kanada mengatakan bahwa telah meminta pemerintah Kanada untuk menyelidiki kematian tersebut.

Dalam memberikan penghormatan kepada Karima, Gerakan Nasional Balochistan (BNM) mengumumkan masa berkabung selama 40 hari.

Comments are closed.