Kenali Anoreksia Atletika & Obsesi Olahraga Ekstremnya

Kenali Anoreksia Atletika & Obsesi Olahraga Ekstremnya

Kenali Anoreksia Atletika & Obsesi Olahraga Ekstremnya

Kenali Anoreksia Atletika & Obsesi Olahraga Ekstremnya – Dua jenis gangguan jiwa Anorexia Athletica/Exercise Bulimia ini bila seseorang sudah sangat terobsesi dengan olahraga. “Orang dengan dua jenis gangguan ini akan makan banyak dan terobsesi olahraga saat itu juga atau malam itu juga. Kadang sampai pingsan-pingsan,” ujar dr. Grace. Mereka akan merasa amat bersalah dan menyesal jika tidak berolahraga. Padahal banyak orang malah membutuhkan banyak motivasi untuk berolahraga bukan?

Namun kedua gangguan ini berbeda. Orang dengan Anorexia Atletika bisaanya memiliki kontrol dirinya yang baik. “Jadi dia bisa berjanji untuk olahraga tepat waktu dan menjaga apa yang dimakan. Mereka cenderung untuk takut makan,” dr. Grace menjelaskan. Efek pada kesehatan tubuh yang dialami oleh orang dengan Anorexia Athletica/Exercise Bulimia ini adalah hipoglikemi, gula darah turun drastis yang ditandai dengan pusing berlebihan dan mual. Itu terjadi akibat jantung dan pembuluh darah dipacu untuk melakukan tugas yang berlebihan.

Mungkin kamu sudah paham dengan istilah anoreksia nervosa, yaitu gangguan makan yang membatasi jumlah konsumsi makanan sehari-hari secara ekstrem. Di samping itu, penderitanya juga mengembangkan pola pikir yang menyimpang terkait login idn poker via website citra tubuh dan ketakutan berlebih pada kenaikan berat badan. Ada kondisi lain yang berhubungan dengan anoreksia nervosa, yaitu anoreksia atletika (anorexia athletica). Penderitanya bisa mempraktikkan kebiasaan olahraga ekstrem dalam waktu yang sangat lama. Alhasil, aktivitas tersebut justru malah menjadi kewajiban kompulsif tanpa membawa.

1. Anoreksia atletika lebih sering terjadi pada olahragawan

Anoreksia Atletika, Gangguan Makan Dibarengi Obsesi Olahraga Ekstrem

Orang dengan anoreksia atletika sering kali mengonsumsi kalori dalam jumlah terbatas, meskipun melakukan tingkat aktivitas fisik yang berat. Juga dikenal sebagai hipergimnasia, anoreksia atletika cenderung memengaruhi individu dengan tingkat aktivitas fisik yang berat, seperti olahragawan atau atlet.

Menurut keterangan dari National Eating Disorder Association (NEDA), orang dengan anoreksia atletika telah kehilangan sekitar 5 persen dari berat badan sehat karena pembatasan kalori dan olahraga yang berlebihan.

Penderitanya biasanya hanya memenuhi beberapa karakteristik gangguan makan, sehingga diklasifikasikan ke dalam gangguan makan yang belum dapat ditentukan atau Eating Disorder Not Otherwise Specified (EDNOS).

2. Gejala anoreksia atletika

Anoreksia Atletika, Gangguan Makan Dibarengi Obsesi Olahraga Ekstrem

Beberapa gejala yang berhubungan dengan anoreksia atletika di antaranya adalah:

  • Membatasi asupan kalori yang kemudian berdampak pada efek samping seperti kelelahan, lekas marah, pusing, masalah konsentrasi, dan sering cedera
  • Aktivitas fisik yang berlebihan
  • Fokus pada kinerja untuk mempertahankan perfeksionisme citra tubuh
  • Menstruasi tidak teratur (pada perempuan)

3. Penyebab anoreksia atletika

Anoreksia Atletika, Gangguan Makan Dibarengi Obsesi Olahraga Ekstrem

Melansir Healthline, munculnya anoreksia atletika bisa karena tekanan untuk mempertahankan kondisi fisik yang sempurna. Wujud tekanan tersebut berupa kritikan mengenai bentuk atau berat badan dari keluarga, teman, pelatih, atau bahkan media. Selain itu, dorongan memenuhi standar ideal bentuk dan berat badan juga dapat dikaitkan dengan penyebab anoreksia atletika.

Menurut keterangan dari American Psychological Association (APA) kondisi seperti pelecehan atau trauma masa lalu, harga diri rendah, perundungan, hubungan dengan orang tua yang buruk, gangguan kepribadian, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, self-injury, dan kesulitan menyelesaikan konflik dapat menjadi faktor risiko seseorang mengembangkan anoreksia atletika. Selain itu, peran genetika digadang-gadang juga dapat menjadi kontributor.

4. Siapa saja yang berisiko mengalami anoreksia atletika?

Anoreksia Atletika, Gangguan Makan Dibarengi Obsesi Olahraga Ekstrem

Menurut studi yang diterbitkan dalam European Journal of Sport Science, prevalensi gangguan makan anoreksia atletika lebih tinggi terjadi pada atlet perempuan ketimbang laki-laki, meskipun atlet laki-laki juga bisa mengalaminya.

Seseorang yang berkecimpung dalam aktivitas fisik seperti atlet biasanya dikaitkan dengan pembawaan tubuh yang ideal. Hal ini memungkinkan orang tersebut berisiko mengembangkan anoreksia atletika.

Beberapa contoh profesi yang mungkin berisiko mengembangkan anoreksia atletika yaitu perenang, pelari, balerina, pemandu sorak, pegulat, petinju, dan lain-lain.

5. Perawatan dan pengobatan anoreksia atletika

Anoreksia Atletika, Gangguan Makan Dibarengi Obsesi Olahraga Ekstrem

Beberapa perawatan dan pengobatan yang mungkin akan direkomendasikan dokter antara lain:

  • Perawatan psikologis berupa terapi: terapi melibatkan ahli kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater. Ahli dapat membantu pasien mengembangkan dan mempraktikkan coping mechanism untuk membantu memperbaiki kondisi tersebut.
  • Perawatan nutrisi: perawatan ini dapat melibatkan ahli diet atau pelatih pribadi. Fokusnya yaitu mengoptimalkan asupan nutrisi, mencegah diet atau tindakan penurunan berat badan ekstrem, dan pemulihan berat badan yang sehat.
  • Perawatan medis: intervensi medis mungkin diperlukan untuk mengatasi komplikasi fisik seperti cedera atau osteoporosis.

Orang dengan anoreksia atletika membatasi asupan kalori dan melakukan olahraga secara ekstrem. Untuk itu, diagnosis dan pengobatan dini sangat penting. Pasalnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan seperti kekurangan gizi, ketidakseimbangan elektrolit, serta cedera tulang atau otot.

Comments are closed.