Kesalahan Saat Berolahraga yang Buat Perut kamu Susah Sixpacks

Kesalahan Saat Berolahraga yang Buat Perut kamu Susah Sixpacks

Kesalahan Saat Berolahraga yang Buat Perut kamu Susah Sixpacks

Kesalahan Saat Berolahraga yang Buat Perut kamu Susah SixpacksSix-pack adalah kombinasi dari dua hal, yakni otot perut yang kuat dan lemak tubuh yang rendah. Tipsnya adalah menemukan keseimbangan yang sehat antara keduanya. Jadi tujuan Anda membentuk perut six-pack adalah kebugaran fungsional tubuh, bukan perut yang dipahat. Jika Anda berhasil mendapat yang pertama, Anda juga akan mendapatkan yang kedua.

Setiap orang dilahirkan dengan perut yang rata. Namun karena pola hidup yang tidak sehat dan kurangnya olahraga, tentu otot perut akan tertutup lapisan lemak. Sebenarnya siapapun yang secara konsisten mau bekerja keras untuk latihan dan makan bersih dapat memiliki otot perut yang six-pack. Namun beberapa orang ada yang memiliki otot perut hanya four-pack, eight-pack, ten-pack. Semuanya itu terbentuk berdasarkan genetik.

Selama pandemi virus Corona COVID-19, pusat-pusat kebugaran banyak yang ditutup. Banyak orang beralih ke Deposit Poker Online Via Pulsa olahraga mandiri di rumah masing-masing. Tapi kok sixpacks-nya nggak jadi-jadi ya?

Memang ada banyak kelebihan yang didapat saat berolahraga di pusat kebugaran. Selain peralatan lebih lengkap, bimbingan pelatih juga membuat sesi latihan lebih efektif dan maksimal.

Namun itu bukan berarti olahraga di rumah tidak bisa memberikan hasil yang sama dengan olahraga di gym. Jika hasilnya belum sesuai harapan, maka kemungkinan ada beberapa kesalahan yang dilakukan.

1. Gerakannya itu-itu saja

Gerakan yang repetitif alias berulang akan memicu fatigue atau kelelahan pada kelompok otot tertentu. Sedangkan otot lain yang tidak masuk target pada gerakan tersebut, tidak terlatih sama sekali.

Para pakar menyarankan untuk memvariasikan menu latihan. Misalnya pada hari Senin fokus ke upper body, Selasa lower body, Rabu active rest, lalu Kamis fokus ke kardio.

2. Tidak pemanasan dan peregangan

Di gym, ada rekan atau pelatih yang akan mengingatkan jika seseorang memulai sesi latihan tanpa pemanasan maupun peregangan. Di rumah, hal itu tidak terjadi. Terkadang karena ingin menghemat waktu, olahraga langsung masuk menu utama.

Hasilnya, range of motion alias rentang gerak tidak optimal. Hasil latihan pun akhirnya tidak seperti yang diharapkan. Belum lagi risiko cedera yang menghantui. Jika sampai cedera, maka akan absen latihan untuk pemulihan.

3. Latihan beban sekenanya

Bersama pelatih, menu latihan di gym bisa diprogram secara berkelanjutan. Pada titik tertentu, intensitas latihan perlu ditingkatkan agar tidak terlalu ringan. Baik terlalu ringan maupun terlalu berat sama-sama akan memberikan hasil yang tidak baik.

4. Tergantung mood

Motivasi adalah salah satu faktor yang membuat orang mau berolahraga. Kadang-kadang, mood berpengaruh pada motivasi yang akhirnya membuat latihan jadi tidak konsisten. Salah satu faktor utama yang menggagalkan target latihan adalah tidak konsisten.

Comments are closed.