Senam Dalam Air Bagi Usia Senja

Senam Dalam Air Bagi Usia Senja

Senam Dalam Air Bagi Usia Senja

Senam Dalam Air Bagi Usia Senja – Aerobik yang digunakan dalam proses penanganan secara biologise seperti proses di mana terdapat oksigen terlarut (memerlukan oksigen). Oksidasi bahan organik menggunakan molekul oksigen sebagai aseptor elektron terakhir adalah proses utama yang menghasilkan tenaga kimia untuk mikroorganisma.

Bagi Anda yang berusia lanjut dan mudah capek, tak ada salahnya mencoba melakukan senam di dalam air. Jenis senam aerobik yang memanfaatkan air sebagai medianya, pas buat orang-orang yang berusia senja dan aman.

Senam bernama aquarobik ini selain memperlancar sirkulasi darah,juga meningkatkan metabolisme dan menurunkan berat badan. Bagi penderita cedera berkepanjangan, osteoporosis, sakit di persendian, penyempitan tulang belakang sangat dianjurkan menjalani hidro terapi ini.

Hal itu karena di dalam air setiap gerakan tidak 100% melawan grafitasi. Daya apung dan arus di dalam air akan mengurangi tekanan pada gerakan setiap gerakan. Karena setiap gerakan dilakukan di dalam air sehingga mengurangi rasa sakit.

“Aquarobik juga bermanfaat mempertahankan keseimbangan dan ketangkasan yang cenderung berkurang pada orang tua,” kata pemilik Archianda Beauty Care, Dr.Dian Ramandany di sela-sela mendampingi puluhan ibu-ibu yang sedang melakukan gerakan Aquarobik, Selasa.

Menurut wanita asal Sidoarjo ini, sebagian besar membernya memang berusia di atas 45 tahun hingga 60 tahun. Mereka umumnya mengikuti senam aquarobik karena sedang mengalami berbagai penyakit khas orang tua.

Yakni osteoporosis, sakit persendian dan penyempitan tulang belakan. Namun begitu, tidak menutup kemungkinan penyakit-penyakit ersebut menyerang orang di usia muda. “Sebenarnya untuk segala usia. Namun, bagi orang tua, senam ini sangat dianjurkan,” imbuh Dr.Dian.

Sangat Bermanfaat

Selain memanfaatkan air, senam aquarobik juga memanfaatkan beberapa media lainnya seperti tongkat plastik, bola dan barbel. Selain itu alunan suara musik yang mengiringi sebagai bentuk gerakan yang diperagakan.

“Kuncinya adalah perasaan rileks. Apabila perasaan itu sudah didapat melaui gerakan-gerakan ringan saat permulaan, maka gerakan-gerakan lanjutan pun dengan mudah diikuti dan dimengerti. Hingga akhirnya, proses penyembuhan pun semakin cepat,” pungkas Dian.

Sementara Riana (35), salah seorang penderita osteoporosis mengaku selama 2 tahun mengikuti senam aquarobik, banyak kemajuan yang di rasakan. Dari sebelumnya tidak bisa ruku’ dan sujud secara sempurna saat salat, dengan rutin mengikuti senam, beranggsur-anggsur ia bisa sholat dengan sempurna.

“2 Tahun saja ikut program ini, saya senang karena nyata hasilnya. Apalagi gerakannya juga tidak tertalu berat karena dilakukan di dalam air,” katanya saat berbincang selesai senam. Hal sementara diungkapkan Dewi (53) yang juga merasakan manfaat dan kesenangan selama mengikuti senam aquarobik. “Yang penting harus sabar dan teratur mengikuti terapi,” katanya.

Comments are closed.